Di atas ini adalah salah satu foto saya di objek wisata Waduk Cacaban, Tegal, Jawa Tengah saat acara pemotretan untuk buku tahunan Sekolah Menengah Atas.

Sekilas mungkin hanya pepohonan tapi di balik semua itu ada sebuah waduk yang sangat indah.

Saya akan menjelaskan sejarah Waduk Cacaban ini secara singkat. Mungkin untuk marsyarakat Tegal atau sekitasnya tidak asing dengan waduk ini, karena Waduk Cacaban ini sudah menjadi salah satu objek wisata yang andalan di Tegal, selain wisata Guci dan Pantai Purwahamba Indah.

Waduk Cacaban mulai digagas pembangunannya sejak tahun 1914 dan dibuat perencanaan detilnya pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun baru diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952.

Waduk ini sebenarnya berfungsi untuk mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun juga difungsikan sebagai obyek wisata, tempat pemancingan, pemotretan praweding, pemotretan buka tahunan, tempat gathering komunitas dan tempat pekemahan. Letaknya 9 KM dari kota Slawi, Waduk Cacaban terletak di Kabupaten Tegal, tepatnya di tiga

Kecamatan:
• Kecamatan Kedungbanteng, yang meliputi meliputi sebagian Desa Penujah, Karanganyar, Tonggara dan Karangmalang.
• Jatinegara, meliputi sebagian Desa Jatinegara, Dukuhbangsa, Lebakwangi, Capar, Padasari dan Wotgalih.
• Kecamatan Pangkah meliputi sebagian Desa Dermasuci.
Wisatawan dapat menikmati suasana santai, dengan memancing ikan, jalan-jalan di atas bendungan, mengelilingi waduk dengan kapal motor, ataupun hanya menghabiskan sunset dan sunrise sambil berfoto.

cacaban-3

Pada saat acara pemotretan buku tahunan itu, kelas saya memilih Waduk Cacaban karena letaknya yang tidak terlalu jauh, tempatnya yang sangat asri dengan pepohanan yang rindang, pemandangan waduknya yang indah, dan harga tiket yang murah hanya 4.5000/orang dan untuk anak di bawah tiga tahun tidak dikenakan biaya.

Di sekitar kawasan objek wisata juga terdapat beberapa warung-warung yang penjualnya adalah masyarakat yang tinggal di kawasan objek wisata itu sendiri.

Namun kekurangan dari waduk cacaban itu hanya di akses jalan menuju tempat wisatanya dan masalah kebersihan, banyak dari pengunjung yang kurang peduli akan menjaga lingkungan.

Mereka suka membuang sampah sembarangan dan hal itu membuat kurang nyaman pengunjung yang lain.

Waduk Cacaban mempunyai dua pintu masuk yaitu disebelah utara dan timur. Salah satu akses menuju pintu masuknya cukup buruk untuk kondisi tempat wisata unggulan seperti itu. apalagi bila hujan datang, keadaannya menjadi sangat licin karena tercampur antara jalanan aspal yang rusak dengan lumpur dan pasir di sekitarnya.

cacaban-2

Tetapi walaupun begitu Waduk Cacaban ini tetap menjadi primadona untuk para warga tegal bahkan wisatawan dari luar kota.

Adapun makanan khasnya adalah aneka ikan air tawar yang setiap saat tersedia. Bisa memesan untuk dibawa pulang atau makan ditempat, di salah satu resto apung yang terletak di kawasan wisata, tak hanya itu fasilitas yang mendukung objek wisata tersebut pun kian hari kian lengkap mulai dari Bumi Perkemahan, Tempat Bermain Anak., Kapal Wisata, Warung Apung, Hotel Melati, Rumah Makan, Panggung Hiburan, Bukit Mbah Santi.

( Oleh : Kiky Tamara)