Bagaimana hobi bisa mendatangkan uang. Di event kali ini diisi oleh narasumber yang berpengalaman.

Setiap orang tentu memiliki hobi yang sering ia lakukan. Hobi tersebut menjadi suatu kegemaran yang berimbas pada karakter seseorang.

Hobi juga merupakan bentuk ekspresi akan sebuah talenta yang sudah tertanam sejak lama di dalam diri.
Banyak sekali hobi yang mendatangkan uang. Bagaimana hobi bisa mendatangkan uang. Di event kali ini diisi oleh narasumber yang berpengalaman dalam travel dan akan memberikan motivator kepada audiens.

travel

Sebagai Berikut:

Petra Gabriel Michael (Jebraw)

Bagi yang suka nonton travel show Jalan-Jalan Men atau Bukan Jam Kantor, orang ini pasti sudah tidak asing lagi.

Petra Gabriel Michael alias Jebraw lahir di Jakarta, 21 Agustus 1989. Jebraw adalah musisi dan aktor Indonesia. Ia dikenal melalui video travel show di Youtube, Jalan-Jalan Men! dengan pembawaannya yang unik.

Jebraw adalah nama yang diciptain dia sendiri sejak SMP. Berjebraw adalah semacam kata yang menggambarkan perasaan yang enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Nama Jebraw justru jadi salah satu bukti dari hasil kreativitasnya.

Apa kamu tahu bahwa Jebraw termasuk anak muda yang punya masa lalu lumayan “kelam”?

Dia bahkan mengaku sebagai orang yang mengalami gangguan ADHD alias attention defisit hyperactive disorder, sebuah gangguan yang berhubungan dengan gejala kurangnya perhatian yang menyebabkan perilaku hiperaktif. Hebatnya Jebraw, kekurangan itu malah jadi asetnya yang utama.

Awal mula karier Jebraw memang unik. Jebraw pernah jadi musisi dari band yang gagal, kemudian jadi penjaga kos-kosan di daerah Setiabudi, bergaul dengan anak jalanan dan preman Menteng, hingga pada suatu hari ia diberitahukan tentang situs MBDC oleh seorang temannya. “Gue suka banget MBDC dan gue berharap bisa bantuin apa pun di MBDC,” katanya sambil mengingat saat pertama kali menonton video di MBDC. Jebraw lalu berkenalan dengan salah satu orang di MBDC. Dia juga diperbolehkan ikut membantu produksi video di MBDC. Sampai suatu ketika, Jebraw enggak sengaja merusak kamera milik MBDC.

Saat itu Jebraw lagi tongpesabis alias enggak punya uang sama sekali. Dia lalu memutuskan untuk membayar ganti rugi dengan jasa. Lalu Jebraw kerja keras dalam produksi video Sunset on The Rooftop.

Sebagai penderita ADHD, Jebraw tentu enggak bisa diam. Selalu pengin gerak dan hiperaktif. Melihat ini, orangorang dari MBDC lantas menyuruhnya untuk pindah, dari belakang layar ke depan layar. Orang-orang MBDC mengatakan kalau Jebraw terlalu berisik untuk seseorang yang berada di belakang layar. Jadilah jebraw disuruh bikin video di depan layar dengan konsep jalan-jalan.

Dari situlah lahir video Jalan2Men yang dibintangi Jebraw dan Naya. Bagi Jebraw Jalan-Jalan Men! Sudah menjadi cerminan bagi hidupnya.

Selain video Jalan-Jalan Men, Jebraw juga terjun ke dunia musik. Dia menjadi vokalis band REAL. Jebraw mengaku sama sekali antimusik. Namun, pendapatnya mulai berubah saat dia berumur 16 tahun. Jebraw mendengar soundtrack animeJepang yang berjudul Fly Me to The Moon. Akhirnya Jebraw jadi suka sama musik dan mulai main gitar. Kalau ditanya lebih memilih musik atau jalan-jalan, Jebraw langsung bilang kalau dia enggak bisa memilih. Menurut dia, musik dan jalan-jalan enggak akan bisa dipisahkan. Keduanya sama-sama keren, punya arti dan proporsi masingmasing. Zaman sekarang semua rutinitas juga enggak akan pernah jauh-jauh dari musik. “Kalian bisa lihat sendiri di video, Jebraw selalu bawa gitar dan gue suka banget bikin lagu spontan.

Banyak berpikir positif akhirnya memang membuat Jebraw melihat segala sesuatu dengan lebih bijak. Misalnya, dia tidak lagi menganggap ADHD sebagai sebuah penyakit, tapi justru anugerah dari Tuhan. Dia bahkan mengaku bangga bisa mengakui sebagai penderita ADHD.

ADIS TAKDOS

Travel blogger yang bangga banget disebut backpacker gembel ini lahir pada tahun 1990. Doi ini keturunan Palembang dan Bandung. Pantas aja sih makanan favoritnya peyeum dicampur kuah cuka. Kata Adis sih gitu.
Adis memulai karirnya sebagai seorang backpacker gembel semenjak dia masih bocah. Terbiasa melakukan long trip dari Bandung ke Palembang (aka mudik), si Adis malah keterusan suka jalan-jalan.
Hobi travelingnya semakin menjadi-jadi setelah Adis terjebak dalam kebosanan rutinitas sebagai mahasiswa. Yang namanya mahasiswa, duit masih seadanya kan? Justru dari situlah si Adis tumbuh menjadi backpacker gembel yang sukses. Adis harus memutar otak (Kok bisa ya?) agar tetap bisa jalan-jalan meski keadaan dompetnya tipis.

Dia sudah keliling di berbagai negara dan banyak wilayah di Indonesia dengan budget yang minimalis. Sebagai contoh nih, Adis bisa keliling Malaysia dan Singapura selama 4 hari hanya dengan uang sebesar 500 ribuan. Lalu, hanya dengan uang 600 ribuan dia bisa keliling Derawan selama 15 hari! Lebih kerennya lagi, si Adis cuma butuh uang 2,7 juta buat keliling 5 negara Asia selama 24 hari. Keren, kan?
Kalau ingin traveling murah pakai banget ala Adis, syaratnya kamu harus siap hidup ala backpacker gembel. Adis pernah tidur di bandara Hongkong selama 3 hari lho! Demi apa? Demi menghemat budget perjalanan.
Traveling telah merubah nasib Adis. Dia memperoleh penghasilan dari jalan-jalan. Salah satunya melalui tulisan. Dari blognya dia bisa memperoleh modal untuk traveling lho.
Dulu, Adis nggak pernah bermimpi menjadi seorang penulis buku perjalanan. Eh, dia sudah menerbitkan 2 buku traveling berjudul Whatever I’m Backpacker dan Koar-koar Backpacker Gembel. Sekarang, Adis sedang menulis buku ke-3 nya.

Adis sudah membutktikan kepada kita kalau traveling itu nggak harus mahal. Kita bisa belajar dari Adis bahwa traveling nggak akan bikin orang menjadi miskin. Sebaliknya, traveling membuat kita semakin kaya.
Hidupku Adalah Petualanganku

Irfan Ramdhani, Tabah Sampai Akhir

“Percayalah, badai selalu menyisakan pohon-pohon terkuat!”
Setelah panas yang terik, gerimis biasanya akan turun untuk menyejukkan. Dan di pagi yang dingin, mentari akan hadir untuk menghangatkan para penghuni bumi. Antara rintik dan mentari, Allah SWT kemudian menghadirkan bianglala yang indah. Beranjak malam, bulan dan bintang hadir untuk menenangkan.

Namun dalam perpaduan alam antara siang dan malam, terkadang alam juga memberi petir sekedar untuk mengingatkan. Bahkan terkadang guntur hadir untuk menyadarkan umat manusia akan keberadaannya yang merupakan bagian dari Sang Pencipta. Lalu kemudian angin ribut pun datang, yang kehadirannya datang untuk membersihkan. Itulah konektivitas alam. Agar bumi tak lalai, langit tak hanya memberi ketenangan tapi kadang juga memberi peringatan. Petir, misalnya.
Begitu juga kehidupan seorang anak manusia. Kata Soe Hok Gie, hidup adalah soal keberanian menghadapi tanda tanya! Kita tak pernah tahu, dalam beberapa menit ke depan apakah hidup kita akan menemui terang secerah langit biru, gelap tertutup awan, atau musibah yang tiba-tiba datang bagai petir yang menghentak, atau bisa jadi menghadapi angin ribut yang meluluhlantakkan semuanya.
Tapi apapun persoalannya, masalah hidup justru sebenarnya adalah filter yang membedakan antara manusia yang lemah dan yang kuat, yang cengeng dan yang tegar, yang pantang menyerah dan yang mudah putus asa. Karena apapun bentuknya, maadalah
memang sengaja dihadirkan oleh Allah SWT guna menyaring siapa yang patut jadi pahlawan dan siapa yang jadi pecundang!

Itulah yang terungkap usai membaca buku Tabah Sampai Akhir-nya (TSA) yang dikarang oleh Irfan Ramadhani. Layaknya hidup seorang anak muda, seorang petualang sekaligus penggiat alam bebas, energi masa muda yang meletup-letup membuat seolah-olah hanya untuk bertualang. Tapi saat tiba-tiba petir menghentak dalam kehidupannya, dengan lumpuhnya Irfan akibat terjatuh dari ketinggian 10 meter. Barulah berbagai tanda tanya berkelebat dalam benaknya.

Tanda tanya apakah ia bisa duduk kembali saat sudah divonis lumpuh oleh dokter? Tanda tanya apakah ia bisa kembali naik gunung, usai jatuh dari ketinggian 10 meter dan kemudian divonis lumpuh? Tanda tanya-tanda tanya itu ternyata mampu dijawab oleh Irfan dengan suatu bukti nyata, bahwa optimis, semangat pantang menyerah akan mampu mengalahkan segalanya. Dan Irfan sudah membuktikan hal ini.
Buku Tabah Sampai Akhir, buku yang luar biasa dan patut dibaca oleh remaja dan penggiat alam terbuka.

Banyak yang bisa dipetik soal semangat dan pantang menyerah Irfan yang tak larut dalam ratapan tak berujung, saat ia menerima vonis kedua kakinya lumpuh. Juga soal sahabat, yang ternyata mempunyai andil positif yang besar mendukung keberhasilan Irfan, hingga bisa seperti saat ini.
Bagi para petualang, hidup diibaratkan seperti naik gunung. Saat lelah mendera, meluruskan kaki adalah jawabannya. Usai itu, kembali langkah menapaki tanjakan dan rintangan sampai akhirnya puncak bisa dijejaki.

Jiwa itulah mungkin yang ada pada diri Irfan Ramdhani. Dalam buku Tabah Sampai Akhir (TSA) yang ditulisnya, Irfan mengajarkan semangat dan pantang menyerah yang tak pernah mati. Meski sakit tak tertahankan begitu mencecapnya usai jatuh saat berlatih panjat tebing, Irfan tak mau menyerah begitu saja jalani hari-hari dengan ratapan penyesalan. Semangat dan jiwa mudanya begitu melonjak untuk bisa kembali bangkit.

Hal yang tak bisa dipungkiri lagi adalah bantuan spirit dari kawan-kawan pencinta alamnya. Mental yang terlatih dalam ganasnya rimba serta corps de spirit anak-anak gunung yang sudah terkenal senasib sepenanggungan, turut membangkitkan kondisi Irfan yang tengah terpuruk.

Buku ini sangat bagus untuk dibaca bukan hanya bagi kalangan pencinta alam saja, tapi juga para remaja yang makin tergerus arus modernisasi yang semakin tak jelas. Mungkin masih bisa dihitung dengan jari kalangan generasi muda yang terus maju meski kondisi fisik sudah tak memungkinkan lagi, jika memakai akal sehat. Bagaimana mungkin, seorang pendaki yang kedua kakinya tak berfungsi normal masih aktif berkegiatan di alam terbuka, layaknya orang normal?

Tapi itulah hidup. Selalu ada proses seleksi dalam kehidupan. Pendaki yang sampai ke puncak hanyalah pendaki yang tangguh. Pejuang yang sampai ke kesuksesan, hanyalah yang sabar. Dan kita diberi pilihan, menjadi manusia yang mudah rapuh oleh tantangan atau justru makin menghebat seiring hebatnya rintangan, seperti yang dialami Irfan dalam hidupnya. Apapun itu, percayalah, bahwa badai yang terkuat sekalipun pasti akan selalu menyisakan pohon-pohon terkuat.

Moderator Event travelionaire adalah Abigail Marelda. Alumni Mahasiswa IISIP Tercinta Jakarta.
Tujuan terselenggaranya event ini ialah.Tujuan utamanya sebagai hiburan travelling dan interpreneur, pengetahuan untuk audiens tentang interpreneur muda,pemanfaatan media sosial sebagai penyalur hobi yang menguntungkan.

Persiapan yang dilakukan Event Organizer adalah mencari sponsor dan media partner, mempersiapkan acara secara matang hingga tujuan acara tercapai pada audience. event ini disponsori oleh teh botol sosro, event jakarta, anak gundar. Com, dilo Depok. BeritaSiaranku.com, kampusupdate.com

travel-2
Di atasa  dalah foto bersama Event organizer
Adinda Ayu (sebagai HUMAS Mahasiswi IISIP Jakarta)
☎ Adinda Ayu 0877-8460-1796 // Line: dindoorr

BERITA EVENT

Ayo Datang Dan Ramaikan!
Event Travellionaire yang akan diadakan pada tanggal 10 Desember 2016 Talkshow
Tempat : Auditorium INSTITUT ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JAKARTA (IISIP-JAKARTA)? Jl. Raya Lenteng Agung, lenteng Agung, jagakarsa, Jakarta-Selatan
Pukul : 10:00 AM – 4:00 PM
FREE ENTRY?? 100,orang pertama mendapatkan Sertifikat.
Talkshow Interaktif:
1. Adis Takdos (traveller, penulis “Whatever I’m Backpacker”)
2. Irfan Ramdhani (motivator traveller)
3. Petra Jebraw (co-founder Jalan2Men)
?Moderator
Abigail Marelda (Alumni Mahasiswi IISIP TERCINTA)
? *SPECIAL PERFORMANCE* ?
#Akustik (odidas dan amurens)
#Perkusi (aman perkusi)
#Pentas Tari (sanggar rhineka gayatri)
#Bazaar

Susunan acara :
Paduan suara dari IISIP Tercinta Jakarta
Tari Tradisional
Music Performance
Talkshow ada 2 babak,
Babak pertama akan dibawakan oleh Adis Takdos (travell Blogger) & Irfan Ramdhani (Motivator travell)
Babak kedua akan dibawakan oleh Petra Jebraww Co-founder ?TWITTER : @TRAVELLIONAIRE
?LINE: @dnc7680q , Pakai(@)
https://line.me/R/ti/p/%40dnc7680q
☎ Adinda Ayu 0877-8460-1796 // Line: dindoorr

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

(Liputan oleh : Ade Rahmawati)

Write A Comment