Pasir putih, pemandangan indah, batu-batu yang alami dan eksotis membuat pantai ini menjadi salah satu tempat tujuan pada hari libur ataupun saat weekend.

Ya itulah Pantai Pulisan, yang bertempat di Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Pantai ini tak pernah sepi dari pengunjung, entah weekend, weekday atau hari libur sekalipun. Fotografer yang berburu foto bersama modelnya, serta foto-foto pre wedding nyaris terlihat dimana-mana.

Jika ke sini dalam keadaan sepi, berarti anda beruntung.

Tiga spot pemandangan pasir, batu serta padang savanna itulah yang membuatnya istimewa.

pulisan-3

Pantai Pulisan yang indah terletak diujung kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara, sebuah pantai berpasir putih berjarak sekitar 38 km dari pusat ibu Kota Kabupaten, memiliki pesona alam yang indah serta menyimpan keunikan tersendiri.

pulisan-2
Pelangi di Pulisan

Dan betapa beruntungnya saya dapat menikmati pemandangan Pantai Pulisan dengan pelangi yang membusur di atas permukaan laut itu.

Walaupun ada sedikit hal yang menggangu, yaitu batu-batu yang di bawa ombak besar itu jarang mengenai tubuh kita dan ombak yang besar itu pula yang membuat orang tua bahkan anak-anak takut untuk mandi dengan bebas di pntai.
Bagi saya perjalanan ke Pantai Pulisan walaupun jauh dari rumah tapi dapat terbayar dengan keindahan yang tak terbayangkan, saya mensyukuri itu.

Ada lagi bagian lain yang bisa dijangkau dengan perahu, juga bisa langsung lewat darat. Orang menyebutkan kawasan resort. Di sini berdiri resort yang disewakan. Tapi tetap terbuka untuk umum. Pantainya juga luas, sejumlah wisatawan bahkan sering mendirikan tenda di pinggir pantai. Seperti kawasan gua, batu, pasir dan padang savanna juga bisa dinikmati di kawasan ini.

Dengan Rp15 ribu, para wisatawan sudah bisa menjangkau kawasan-kawasan ini. Ongkos tersebut sudah pulang pergi. Perahu berkapasitas maksimal tujuh orang akan mengantar wisatawan, tinggal janjian kapan akan dijemput kembali.

Di kawasan di mana mobil diparkir, masyarakat menyewakan meja seharga Rp50 ribu. Barang-barang ditaruh di tempat ini, lalu naik kapal ke kawasan gua dan sekitarnya. Makanan tak diperbolehkan dibawa, kecuali barang-barang berharga.

Bahkan mengabadikan momen-momen dan spot-spot yang menarik itu dalam pikiran, hati dan foto tentunya.

(Oleh : Megawati  Christiani Frederik)

Write A Comment