Halo para pembaca puteriputeri.com, Saya Ade Rahmawati akan mengulas wisata di Pulau Pahawang Bandar Lampung.


Pulau Pahawang, pulau yang masih termasuk kedalam provinsi Lampung ini terletak di Kabupaten Pesaweran, Kecamatan Punduh Pidada di dekat Teluk Punduh.

Pulau Pahawang akhir-akhir ini memang tengah digandrungi oleh para traveler. Ini dikarenakan pantai dan kekayaan dasar laut di Pulau Pahawang ini patut diacungi jempol. Birunya laut di Pulau Pahawang menjadikan pulau ini terlihat semakin eksotis.

Wajar saja banyak yang mulai penasaran dengan pulau indah satu ini.

Tak hanya teluk Kiluan yang pamornya sedang naik daun, Pulau Pahawang pun tak mau kalah terkenal.

Pasalnya Pulau Pahawang ternyata menjadi surga baru bagi para diver (penyelam).

Karena ternyata di dasar laut Pulau Pahawang terdapat terumbu karang yang cantik dan biota laut yang unik. Untuk mencapai pulau ini kalian bisa menyeberang melalui pelabuhan kecil bernama Ketapang.

Sobat, saya memang penggemar travelling, dan selalu mencari destinasi baru yang unik, namun relatif dengan mudah bisa dijangkau dalam jarak tempuh tempat wisatanya itu sendiri.

Saya berangkat dari jakarta ke lampung pada tanggal 11-13 Desember 2016, selama tiga hari dua malam tepatnya.

Saya berdua dengan teman saya bisa dibilang ala backpacker karena menurut saya lebih seru, untuk mendapatkan teman baru, pengalaman yang mengasikkan saya join dengan travell biro yang bernama Nusunturise.

Bersama dengan 18 teman yang belum saya kenali.  biaya pe-rorang 500k sudah semua fasilitas dan makan kecuali transport.

Rute awal saya dari kampung rambutan naik bis tujuan akhir pelabuhan merak dikenakan biaya bis 28k per orang.

Setelah sampai merak titik pertemuan awal dengan teman-teman travel yang lainnya, lalu kami melanjutkan perjalanan menyeberangi pelabuhan dari Merak ke Bakauheni menempuh waktu tiga jam setelah sampai Bakauheni kita menuju ke pulau Ketapang, dengan menggunakan mini bus yang sudah disiapkan dari pihak travel biro.

Hanya dengan waktu tempuh 45-60 menit kalian sudah sampai ke Pulau Pahawang. Cukup melelahkan juga selama perjalanan. Akan tetapi terobati dengan pemandangan yang luar biasa indahnya yang tidak bisa ditemui di Jakarta 🙂

Dari Ketapang kita menyebrang dengan kapal nelayan untuk Ke Pulau Kelagian Lunik dengan waktu 30 menit hingga sampai di tempat homestay untuk melepas letih. Lalu setelah makan siang dan bersantai-santai barulah kami mulai menjelajahi sport-sport yang ada di Pahawang dengan kapal nelayan.

Sport nya Seperti pasir timbul, Taman Nemo, snorkling dan masih banyak yang lainnya.
Pada saat snorkling yang tidak menggunakan kaki katak dapat membuat kaki terluka karena tidak boleh menginjak karang lebih baik menggunakan peralatan snorkling yang safety. Demi keselamatan.

Tetapi sebelum snorkling jangan lupa menggunakan sunblock agar kulit tidak terbakar tapi jangan berlebihan karna tidak baik untuk ekosistem laut. Jangan sampai kita menikmati alam tetapi juga merusaknya.

Harus tetap menjaga kelestariannya. Banyak sekali cumi -cumi yang mengeluarkan tinta hitamnya sehingga membuat badan terasa gatal setelah snorkling. Selepas seharian menjelajahi kami kembai ke homestay untuk beristirahat pada malam hari banyak sekali acara yang kita lewati ada acara melepas lampion tepat jam 10.00 malam dan bbq bakar ikan.

Penduduk disana sangatlah ramah. Akan tetapi untuk mandi masyarakat disana masih sangat tradisional sekali yaitu dengan mengambil air dari sumur.

Bahkan listrik pun sering mati selang waktu 15menit jadi suka kaget-kaget tan listrik jam 6 pagi pun sudah dimatikan secara menyeluruh disetiap rumah warga. Akhirnya saya pun keluar ke pantai untuk menyaksikan sunrise dan berfoto -foto.

 

Di hari terakhir kami menjelajahi sport sport yang belum dikunjungi. Setelah sore menjelang kami berkemas-kemas untuk pulang.

Dari Pahawang menuju ke ketapang kita dijemput dengan mini bus dan berhenti di pusat oleh-oleh tepatnya di Bakauheni. Saya membeli durian tapi apesnya saya membrong durian hinggal 10 buah karena seorang penjual durian yang menawarkan dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Sayapun tertarik untuk membelinya. Namun setelah sampai di rumah ternyata yang saya beli adalah Durian busuk dan tidak ada yang bisa dimakan.

Duh, hati-hati ya, memang banyak yang bilang pedagang di Bakauheni  ada (banyak) yang tidak (belum) jujur.

Maka berhati-hatilah dalam berbelanja terutama beli buah atau oleh-oleh di pelabuhan Bakaheuni. Bahkan dijuluki Bakauheni tempat copet bersarang. Hemm menyeramkan sekali ya sobat.

Semoga cerita perjalanan saya ini bisa memberikan informasi dan bermanfaat buat kalian semua. Dan siapa tau menjadi inspirasi untuk kalian dalam memilih destinasi wisata ya. Pahawang keren!  🙂 🙂

(Liputan Oleh : Ade Rahmawati)

Write A Comment