Silahkan simak Rahasia Kecantikan ala Tribhuwana Tunggadewi, sebagai serial tips Rahasia Kecantikan Puteri Keraton bagian ke-V.

Tak ada yang lebih jelas pemaparan dalam berbagai literatur jaman dulu tentang kecantikan, dibandingkan dengan cara memelihara kecantikan ala Puteri Tribhuwana Wijayatunggadewi atau dengan nama singkat Tribhuwana Tunggadewi.

Bergelar lengkap Sri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani, adalah penguasa ketiga Majapahit yang memerintah tahun 1328-1351.

Dari prasasti Singasari (1351) diketahui nama asli Tribhuwana Wijayatunggadewi atau Tribhuwana Tunggadewi adalah : Dyah Gitarja.

Dyah Gitarja atau Dyah Gita Raja, perempuan cantik ini merupakan putri dari Raden Wijaya dan Gayatri.

Raden Wijaya adalah orang yang mendirikan kerajaan Majapahit.

Raden Wijaya menikah dengan Gayatri yang merupakan puteri dari Raja Singhasari Kertarajasa.

Sebagai puteri raja, Dyah Gitarja tahu jelas bahwa aturan tentang tata kecantikannya dicatat lengkap dalam sejarah kerajaan.

Selain dari prosedur protokoler yang menyangkut pengaturan sikap puteri bangsawan.

Terselip beberapa seni tata rias dan perawatan kecantikan yang dielaborasi oleh para pakar kecantikan pada masa itu.

Para puteri bangsawan pada masa itu lazim memiliki seperangkat alat kecantikan yang lengkap.

Diantaranya adalah :

I. Pupur Lengkap.

Pupur lengkap adalah bedak lengkap.

Bedak sejak jaman dulu, kegunaanya ada 4 yakni :

Mengharumkan Badan, Menyerap Keringat Berlebih pada wajah dan bagian tubuh lainnya, Membuat Wajah terlihat Halus mulus, Menutupi noda kulit dan menutupi atau menyamarkan kerutan penuaan alami.

Dyah Gitarja atau Tribhuwana Tunggadewi adalah seorang ratu yang tentunya juga menua secara alami.

Namun dengan seperangkat pupur bedak yang lengkap, dia berhasil menyamarkan kerutan-kerutan halus dalam setiap penampilannya.

Seperangkat atau set lengkap bedak lengkap jaman dulu yang dimaksud disini adalah :

a. Bedak dari Tepung Beras Putih

Sekarang baru diketahui bahwa ternyata tepung Beras mengandung zat oryzanol yang mampu membantu memperbarui pigmen melamin dalam kulit dan dapat menangkal sinar ultraviolet. Guna mendapatkan manfaat dari beras dalam menjadikan wajah cerah, kencang dan tampak lebih muda maka para putei jaman dahulu telah lazim menggunakan tepung beras jaman sebagai bedak pupur.

Pembuatannya pun tidak terlalu sulit, cukup dengan menumbuk halus beras dan kemudian didiamkan di suhu ruanganselama satu hari.

Maka jadilah bedak beras.

Bedak beras berfungsi untuk mengencangkan kulit dan mencerahkan kulit dengan alami.

Bedak beras ini biasanya telah mulai digunakan oleh para puteri bangsawan sejak mereka remaja.

Diketahui para remaja puteri yang bukan rakyat biasa alias para bangsawan jaman abad ke 13 itu telah lazim menggunakan bedak beras untuk wajah mereka.

b. Bedak dari tepung Beras Ketan

Ada lagi bedak beras ketan yang berfungsi menyejukkan kulit.

Ternyata bedak dari tepung beras ketan juga mampu mengurangi iritasi pada kulit sensitif.

Bedak beras ketan juga telah diketahui mampu meredakan efek kulit berwarna merah akibat terpapar sinar matahari.

Cara membuatnya cukup mudah :

Beras ketan direndam air selama minimal 3 hari, setelah itu tiriskan dan keringkan di bawah sinar matahari.

Giling beras ketan tanpa menambahkan air, kemudian diayak untuk mendapatkan hasil lebih halus.

Giling lagi agar lebih halus.

Kemudian rendam dengan air pandan dan air mawar selama 2 hari, dengan batas air rendaman tidak melebihi batas atas beras.

Air daun pandan atau mawar dapat memberikan wangi alami pada bedak beras ketan.

Setelah direndam dengan wewangian pandan dan air mawar, kemudian jemur bedak yang telah menjadi bubur hingga benar benar kering. Ayak lagi hingga halus.

Maka bedak Beras Ketan siap dipakai.

Bedak Beras Ketan menjadi pilihan para puteri bangsawan untuk digunakan pada malam hari pada saat menari di aula kerajaan, atau menemui kaum bangsawan lainnya bercengkerama di aula kerajaan.

c.Tepung Bedak dari singkong atau Puhung

Untuk hari-hari panas dan kering para wanita bangsawan pada abad ke -13 akan memilih bedak pupur dari tepung singkong atau tepung puhung. Kini dikenal dengan nama tepung tapioka.

Caranya : pilihlah singkong putih dan bukan singkong mentega kuning.

Singkong putih yang telah dicuci bersih akan menghasilkan tepung yang berwarna putih bersih pula.

Parut singkong putih hingga halus menjadi halus seperti bubur.

Campurkan air jernih pada bubur singkong secukupnya agar bubur parutan singkong putih mengembang dan menyerap air.

Jaman itu para wanita bangsawan termasuk Dyah Gitarja akan atau Tribhuana Tunggadewi menggunakan air sumber pegunungan yang alami dan jernih.

Aduk adonan bubur singkong supaya zat patinya keluar lebih banyak.

Kemudian saring adonan pati sambil diperas dengan kain saring seperti memeras kelapa.

Biarkan pati mengendap dalam wadah sekitar 12 jam, sehingga pati akan mengendap sebagai pasta.

Buang cairan di atas endapan lalu jemurlah pasta pati hingga kering.

Jika sudah kering maka haluskan dan diayak

Tepung puhung ini akan digunakan dengan 2 cara yakni dengan cara diusapkan langsung ke wajah dengan kain halus, atau ditiupkan ke wajah dengan alat peniup yang terbuat dari kantong kain.

c. Bedak dari Tepung Sagu

Bedak dari tepung sagu yang diambil dari pohon sagu atau sagoo.

Tepung sagu adalah pati yang di ekstrak dari batang sagu.

Bedak tepung sagu, digunakan para wanita bangsawan untuk hari-hari lembab dingin dan cuaca mendung atau hujan.

Cara membuat bedak sagu pertama Batang pohon sagu dikupas untuk membuang kulit luar yang keras.

Kemudian batang pohon sagu diserut dengan alat penyerut dari batu keras hingga bubuk pohon sagunya keluar.

Setelah serutan bubuk sagu keluar maka tambahkan air seperti kalau membuat tepung tapioka.

Bubur encer ini diaduk-aduk agar pati lebih banyak yang keluar.

Saring dan peras dengan kain saring.

Endapkan bubuk sagu selama sehari setelah itu buang airnya.

Kemudian Kkeringkan selama sehari penuh. Selanjutnya giling tepung sagu kasar yang menjadi tepung halus.

Jadilah bedak sagu yang akan dipakai pada hari-hari mendung dan dingin lembab.

II. Rajin Raup (Cuci muka) dengan Air Tajin dan Fermentasi beras.

Cara perawatan tubuh yang paling terkenal dan fenomenal dari Tribhuana Tunggadewi adalah raup atau cuci wajah secara teratur dengan air tajin dan setiap 3 hari sekali raup (cuci wajah) dengan air fermentasi beras.

Air tajin adalah air yang digunakan saat menanak beras, angkat air yang ertinggal diatas saat menmanak beras itulah air tajin.

Cara membuat Air Tajin :

Pada saat anda akan menanak nasi, campurkan air cukup banyak dari biasanya pada beras yang telah dicuci bersih, maksud air lebih banyak karena anda akan ambil air rebusan berasnya.

Didihkan beras tersebut dan perhatikan hingga airnya berkurang dan sedikit mengental.

Pada saat itulah anda mengambil air seluruh air rebusan dengan menggunakan sendok sup atau yang lebih besar dari sendok sup yakni wadah mangkuk agar lebih cepat mengumpulkan air Tajin dalam wadah yang telah anda siapkan.

Dinginkan dan minum untuk kesehatan atau cuci muka anda untuk kecantikan. Sedangkan untuk rambut cukup dengan membilasakannya sampai rata dan diamkan satu sampai dua jam.

Selanjutnya cuci rambut anda hingga bersih.

Untuk membuat masker wajah dari air Tajin

Bahan yang diperlukan :
¼ cangkir tepung beras
2-3 gelas air Tajin dari beras organik

Campurkan tepung beras dengan air Tajin beras untuk membentuk pasta halus.

Pijat campuran ke kulit yang lambat, gerakan melingkar. Bilas dengan air hangat.

Air Fermentasi Beras

Sedangkan air fermentasi beras adalah Air beras yang difermentasi sehingga menjadi sedikit asam.

Proses fermentasi juga akan menjadikan air beras kaya antioksidan, mineral, vitamin E, dan masa kini dinamakan zat Pitera.

Nutrisi ini dapat menyembuhkan luka, mengurangi keriput serta garis-garis halus, peradangan, dan memperbaiki tampilan kulit Anda. Masa kini air fermentasi beras ini dinamakan pitera.

III. Daun Sri Gunggu untuk Gurah Lendir

Inilah rahasia gurah para wanita bangsawan sejak lama.

Sri Gunggu, nama ilmiahnya adalah Clerodendron Serratum. Sri Gunggu tumbuh liar terutama dipingir sungai.

Sri Gunggu berkhasiat untuk:

– Gurah lendir tenggorokan sehingga menjernihkan suara,
– batuk, sesak napas (asma), radang saluran napas (bronkitis),
– tulang patah (fraktur), memar, rematik,
– perut busung, cacingan,
– malaria,
– memulihkan tenaga sehabis melahirkan, dan
– Daun Sri Gunggu juga menjadi senjata andalan untuk gurah vagina untuk membersihkan dari keputihan karena jamur dan lendir berlebihan.

Jadi para perempuan bangsawan jaman abad ke 13 telah memanfaatkan daun Sri Gunggu ini untuk membuang kelebihan lendir pada sistem tubuh.

IV. Cantik dengan tanaman Pulosari

Pulosari atau Pulasari mempunyai nama latin atau ilmiah Alyxia stellata.

Tumbuhan ini banyak sekali terdapat di Nusantara.

Pulasari sangat baik tumbuh pada daerah yang mempunyai suhu dingin seperti pegunungan dan juga hutan.

Ciri-cirinya ialah bentuk daunnya yang tebal dan mempunyai warna hijau tua.

Kandungan kimia atau senyawa alami dari Pulosari antara lain adalah alkaloid, dan kumarin.

Manfaat serta khasiatnya bagi kesehatan tubuh adalah :

– Pulasari mampu menghentikan pendarahan dan juga haid berlebihan.
– Melancarkan Haid/menstruasi atau datang bulan.
– Mengatasi keputihan.

V. Binahong

daun binahong
Binahong

Daun binahong banyak ditulis dalam lontar kuno, dan diketahui telah dimanfatkan sejak lama, termasuk di saat Tribhuana Tunggadewi hidup.

Daun Binahong memiliki berbagai manfaat khasiat yang sangat berguna untuk kesehatan dan kecantikan.

Manfaat khasiat daun binahong :

Daun binahong memiliki kandungan yang cukup banyak di antaranya antioksidan, asam arkobat, total fenol, dan protein yang cukup tinggi, sehingga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat khasiat daun Binahong

-Menghaluskan kulit wajah
-Menghilangkan flek-flek hitam
-Mengecilkan pori-pori
-Mengobati jerawat

Untuk mengobati jerawat, ambil 7 lembar daun binahong dan tumbuk hingga halus. Kemudian oleskan pada wajah secara teratur pada malam hari sebelum tidur.

Ulangi sampai wajah terlihat halus.

Untuk menndapat hasil yang lebih maksimal, ambil 7 lembar air daun binahong kemudian direbus dalam semangkuk air, bisa tambahkan madu hutan untuk menambah daya tahan tubuh.

Untuk mengecilkan pori-pori dan menghaluskan kulit wajah,serta menghilangkan flek-flek hitam caranya :

Ambil daun binahong yang masih segar secukupnya, lalu remas untuk diambil airnya, kemudian oleskan pada wajah secara merata, diamkan kurang lebih selama 20 menit, lalu bilas dengan air hingga bersih. Lakukan cara ini 3 kali sehari, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

V. Daun Waru

Waru memiliki nama ilmiah : Hibiscus tiliaceus. Kandungan senyawa didalamnya berupa Saponin da Flavonoid.

Khasiat Daun Waru Untuk Kesehatan Dan Kecantikan :

– Mengembalikan kelebatan rambut dan menyuburkan rambut.
– Melancarkan haid yang tidak teratur.
– Mengatasi peradangan pada mata.

Caranya : Cukup ambil beberapa daun waru beserta bunga secukupnya. Tumbuk kasar kemudian dengan air hingga mendidih. Diamkan hingga hangat kemudian disaring sebelum diminum. Untuk menambah daya tahan tubuh atau imunitas tambahkan madu dan
kuning telur ayam kampung.

(Foto : Diperagakan oleh Model Bernama Faika Putri, seorang foto model, peragawati dan singer, bergelar resmi Raden Roro)

Begitulah rahasia kecantikan ala Tribhuana Tunggadewi yang Puteri ketahui.

Sampai pada jaman kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, tertanda tahun 1756 masehi, masih disebut-sebut dalam banyak kitab kuno tentang khasiat tanaman Pulasari dan khasiat Daun Waru untuk menyuburkan rambut dan mencegah rambut rontok.

Caranya tumbuk tanaman Pulasari dan Daun Waru, lumat hingga lembut sehingga sarinya keluar, dan jadikan cem-ceman atau kondisioner alami bagi rambut. Bilas hingga bersih.

Salam kecantikan khas puteriputeri.com.

(imung mung ming)

Write A Comment