Jakarta – Rumah Susun atau Rusun Penjaringan, Jalan Tanah Pasir, Penjaringan, Jakarta Utara. Kini kondisinya sangat memperhatikan, BLOK E, F, dan G yang direncanakan akan di-revitalisasikan oleh PEMPROV DKI, kini hanya dibiarkan begitu saja. Kondisi bangunan tiga blok tersebut sudah kosong oleh penghuni sejak bulan Juli 2016 lalu, namun hingga kini tak pembangunannya tak kunjung dilaksanakan.

Dengan kondisi yang sudah memprihatinkan, Rusun Penjaringan yang punya beberapa blok itu benar-benar sangat tak layak huni.

Rusun Penjaringan

Bekas–bekas puing dari masing–masing unit berserakan begitu saja. Pemprov DKI pernah berjanji untuk memperbaiki rusun, tapi tak kunjung dilaksanakan hingga Rusun berantakan dan hancur.

Suasana di Rusun Penjaringan ini juga sepi karena tak berpenghuni. Apalagi pada malam hari, suasananya gelap gulita karena juga tak adanya penerangan.

Suasana dalam Blok Rusun Penjaringan

Lokasi Rusun Penjaringan yang terbengkalai ini jika malam hari rawan dijadikan tindak asusila oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Rencana dua tower dan 16 lantai akan dibangun di Rusun Penjaringan dengan alokasi dari APBD 2016. Pekerjaan dua tower ini dalam proses lelang, namun entah sampai kapan.

Rencana nantinya bangunan Rusun baru itu ada 6 tower dan setiap ada 16 lantai, pembangunan tower bertahap untuk tahap awal akan dibangun 2 tower.

Rencananya pula, Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan tower itu akan melengkapinya dengan fasilitas umum, seperti pasar yang akan ditempatkan di lantai 2.

Begitu juga akan dengan sarana parkir kendaraan warga itu akan disediakan, namun hingga kini belum ada penjelasan kapan Rusun ini akan dibangun.

Semoga Rusun Penjaringan ini bisa pulih dibangun kembali, agar bisa dipergunakan bagi kemaslahatan warga DKI Jakarta.

Karena sayang jika Rusun ini lama dibiarkan terbengkalai, mengingat Rusun atau Rumah Susun adalah salah satu solusi strategis bagi pengembangan pemukiman yang terjangkau bagi warga berpenghasilan menengah- bawah di Ibu Kota DKI Jakarta.

Semoga siapapun pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang terpilih nanti bisa sungguh-sungguh memprioritaskan kepentingan rakyat pada lapisan menengah-bawah dalam piramida sosial warga DKI.

Karena jumlah anggota warga masyarakat yang berpenghasilan menengah-bawah ini tentunya jauh lebih banyak dari jumlah lapisan warga elite Ibu Kota.

(Liputan oleh : Hambuko Eko Wibisono)

Write A Comment