Pulau Tidung masuk dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau ini kini menjadi primadona wisata untuk kawasan Pulau Tidung.

Pengunjung yang masuk ke Pulau Tidung akan mendapatkan pengalaman luar biasa dengan kehidupan Pulau Tidung yang khusus untuk kepentingan wisata ini.

Selamat Tahun Baru di Pulau Tidung

Karena ketenaran Pulau Tidung inilah maka pada awal tahun, saya bersama rekan dan sahabat berwisata, ke Pulau Tidung yang berada di Kecamatan  Pulau Tidung Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Untuk sampai ke Pulau Tidung, para pengunjung bisa start dari pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara dan  membutuhkan waktu 3 jam dengan menggunakan kapal penumpang  yang berkapasitas kurang lebih 150 orang, untuk mencapai PulauTidung.

Uniknya untuk transportasi di Pulau, pengunjung bisa menyewa sepeda yang sudah disediakan  oleh biro perjalanan wisata untuk menuju penginapan melewati perkampungan warga yang sudah banyak penduduk.

Pengalaman ini membuat kami dapat menyaksikan kehidupan sehari-hari para penduduk Pulaui Tidung, yang banyak berprofesi sebagai nelayan, namun karena wisata Pulau Tidung ini makin berkembang, maka para penduduk mulai beralih profesi yang berkaitan dengan potensi pariwisata, seperti menjadi pedagang suvenir, pedagang makanan minuman, bekerja di resort atau penginapan, serta profesi lainnya yang berkaitan dengan pariwisata di Pulau Tidung ini.

Sesuai dengan kepentingan Pulau Tidung sebagai destinasi wisata, maka wisatawan pengunjung Pulau Tidung  kini datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Letak geografis Pulau Tidung yang masih dalam wilayah DKI jakarta, dan kemudahan akses menuju Pulau Tidung ini membuat wisatawan senantiasa datang ke Pulau Tidung.

Banyak pulau pasangan yang hendak mengabadikan diri di jembatan Cinta yang ada di Pulau Tidung. “Lumayanlah untuk upload di media sosial” ujar Ratna (24) yang saat itu berfoto di Jembatan Cinta Pulau Tidung.


Indahnya Pulau Tidung dengan air yang masih biru,   membuat saya ingin mencoba snorkeling dan naik banana boat. Bila pengunjung ingin melakukan snorkeling maka bisa menggunakan perahu dengan  waktu kurang lebih 1 jam dari pantai menuju taman laut yang ada di lepas pantai Pulau Tidung ini.

Pemandangan terumbu karang dan juga ikan-ikan kecil di bawah laut yang indah  membuat saya takjub melihatnya. Setelah puas melakukan snorkeling, permainan selanjutnya adalah naik  banana boat yang lokasi lintasannnya  dekat dengan Jembatan Cinta.

Khusus tentang Jembatan Cinta ini, amat terkenal dengan mitosnya yaitu jika yang membawa pasangan ke jembatan itu menurut warga setempat hubungan percintaannya akan langgeng. Jembatan Cinta ini juga berfungsi menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang tidak berpenghuni.

Di kanan dan kiri Jembatan Cinta ini terlihat hamparan pasir putih,  rumput ilalang serta uniknya di bawah kolong Jembatan Cinta ini bisa di lewati oleh  kapal-kapal kecil  dan dilewati pula oleh Banana Boat.


Tidak hanya itu dari atas Jembatan Cinta kita  juga bisa meloncat ke laut,  dan itu akan terlihat sangat seru. Apalagi jika anda gemar berfoto, maka dengan setelan fast speed pada SLR akan terlihat bagus dengan gaya salto dari atas Jembatan Cinta.  Tetapi harus berhati-hati karena terdapat banyak hewan laut bernama Bulu Babi, jadi pastikan tempat anda terjun ke laut tidak ada Bulu Babi, yakni sejenis hewan laut yang memilki duri tajam.

Untuk para pengunjung Pulau Tidung, anda juga bisa membawa buah tangan seperti kerupuk ikan, lukisan dari terumbu karang, baju, dan banyak kerajinan tangan  yang di buat oleh warga setempat.

Sebelum pulang sebenarnya saya ingin melihat Sunset atau Matahari Terbenam sepulang melakukan snorkeling, tetapi karena saya ketinggalan dan terpisah dengan teman- teman, maka saya segera kembali  ke penginapan. Eh.. bukannya cepat malah tersesat sampai 3 Kali mengelilingi pulau, walaupun menggunakan sepeda tapi terasa sekali cape nya karena hampir satu jam saya mengelilinginya, ditambah lagi alat komunikasi tidak  saya bawa sehingga  tidak bisa mengabari teman, dan yang tidak habis pikir ternyata teman-teman saya se-kantor, tidak mencari saya dan tidak tahu bahwa saya tersesat.

Yah namanya juga berwisata bareng rombongan, jadi kita tidak bisa mengandalkan kawan lain. Saya sarankan pada para calon pengunjung agar terlebih dahulu memastikan tersedianya penginapan untuk anda.

 

Nikmatnya Weekend di Pulau Tidung 

Para pembaca puteriputeri.com semua, penulis merasa beruntung karena dapat mengunjungi Pulau Tidung yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Betapa tidak, pemandangan yang ditawarkan di Pulau Tidung ini sungguh menakjubkan, dengan hamparan pasir putih dan air laut yang biru bak pirus.

Dan yang paling spektakuler adalah suasana di Jembatan Cinta yang ada di PulauTidung ini.

Kebetulan penulis berangkat pada hari Sabtu pagi pukul 04:00 WIB dini hari.

Kebetulan penulis berdomisili di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi untuk menuju ke lokasi Pulau Tidung tidak begitu jauh.

Penulis memulai perjalanan menuju ke Pulau Tidung dari Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara.

Dermaga Muara Angke ini merupakan sebuah pelabuhan penghubung menuju ke wilayah Kepulauan Seribu. Di dermaga Muara Angke ini, yang tersedia adalah kapal speed boat, kapal motor Kerapu, dan kapal untuk penumpang umum yang disediakan oleh Dinas Perhubungan.

Kebetulan penulis mengikuti sebuah paket wisata Pulau Tidung dengan tarif Rp. 350.000,- per orang. Fasilitas yang diperoleh adalah meliputi : transportasi pulang-pergi Pulau Tidung-Muara Angke, kemudian snorkeling, penginapan home stay, sarapan, dan makan siang juga makan malam untuk  2 hari dan 1 malam.

Tidak rugi rasanya penulis melakukan wisata ke Pulau Tidung nan eksotis ini. karena sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Hari pertama penulis sampai di Pulau Tidung Sabtu siang  pukul 12:00 WIB dengan lama perjalanan kira-kira 2 jam menggunakan kapal penumpang sekelas speed boat.

Pantai di Pulau Tidung

Siang itu juga, kami langsung disuguhi makan di penginapan dan dilanjutkan dengan kegiatan snorkeling laut Pulau Tidung, juga berkesempatan untuk mencoba aneka permainan termasuk naik banana boat.

Perasaan senang dan semangat sangat penulis rasakan di Pulau Tidung ini, karena udara laut yang segar juga pemandangan taman laut yang indah dari kegiatan snorkeling. Semuanya sungguh sempurna rasanya.

Jembatan Cinta

Hal yang penulis tak dapat lupakan adalah ketika menyaksikan Jembatan Cinta yang terbentang di bibir pantai Pulau Tidung. Jembatan ini berwarna putih dan cukup panjang, sehingga mengasyikkan untuk berjalan melintasinya.

Mungkin pembaca bertanya-tanya apa itu Jembatan Cinta?

Ya, Jembatan Cinta ada di Pulau Tidung, dan konon katanya barang siapa pasangan yang sempat untuk melintasi dan berfoto di Jembatan Cinta Pulau Tidung ini maka kisah cintanya akan berlangsung bahagia selamanya.

Malam harinya kami para peserta paket wisata ini juga disuguhi dengan hidangan barbeque atau pesta bakar ikan di pinggir pantai.

Pokoknya bagi pembaca semua, sungguh seru pengalaman berlibur di Pulau Tidungini. Paginya kami semua diajak pemandu wisata untuk menyaksikan sunrise di Pantai Pulau Tidung, dengan ada pula acara menanam pohon Mangrove (Bakau).

Begitulah, setelah puas, maka pada hari Minggu  setelah makan siang, maka penulis pun mengakhiri wisata di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Pengalaman liburan ini membuat penulis sadar dan bangga atas kekayaan potensi wisata alam di Indonesia. Jadi mengapa kita tidak merasakan sendiri aneka wisata di Negeri sendiri, Negara tercinta Republik Indonesia.

(Liputan Oleh : Novia Yulianti/Indri Handayani)

Write A Comment