Hallo para pembaca puteriputeri.com, pasti kalian sudah tidak asing dengan pulau Lombok.
Wisata ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Inilah salah satu destinas iliburan yang banyak menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Berada di timur pulau Bali, Pulau Lombok menjadi salah satu pulau yang banyak di kunjungi oleh wisatawan.

Ada banyak jalur yang bisa ditempuh untuk menuju Pulau Lombok. Hanya 4-5 jam perjalanan melalui jalur laut dari Bali ke Lombok.

Atau melalui jalur udara langsung dari Jakarta – Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Lombok Praya. Saya menggunakan jalur udara dari Jakarta, sampai di Bandara Lombok Praya saya langsung ke hotel di Senggigi Beach, kurang lebih 1 jam 30 menit perjalanan ditempuh melalui jalur darat.

(Kila Senggigi Beach, Lombok)
Sunset di Senggigi

Hari pertama ini saya hanya menghabiskan waktu di sekitaran hotel, karena saya tiba pada siang hari, dan menyaksikan Sunset pada sore hari di Pantai Senggigi ini.

Hari kedua saya berada di Lombok, saya pergi ke Desa Asli atau suku pertama yang berada di Lombok, yaitu Desa Sasak Sade, Rembitan – Lombok Tengah.

Desa ini merupakan salah satu tempat berkunjung untuk melihat kebudayaan, dan untuk membeli hasil kerajinan para penduduk asli Lombok.

Tidak hanya itu, di Desa Sasak Sade, Rembitan – Lombok Tengah ini,  kita bisa mendengar cerita sejarah tentang awal mula desa sampai ke tradisi-tradisi suku asli Lombok tersebut.

Seperti salah satunya tradisi mereka membersihkan lantai menggunakan kotoran kerbau.

(Desa Sasak Sade, Rembitan – Lombok Tengah)

Hari ke-tiga, saya pergi ke beberapa pulau yang ada di Lombok, seperti Gili Air, Gili Meno dan yang paling dikunjungi wisatawan karena populer adalah Gili Trawangan.

Dari hotel tempat saya menginap, saya menuju ke Gili Trawangan dengan kapal motor kurang lebih 1-2 jam perjalanan.

(Gili Trawangan, Lombok)

Gili Trawangan ini merupakan pulau yang bebas dari polusi udara karena di sini tidak diizinkan adanya kendaraan bermotor. Transportasi darat yang digunakan di pulau ini merupakan dokar atau dikenal dengan kereta kuda.

Biaya untuk menaiki kereta kuda ini terbilang cukup mahal, yaitu Rp. 150.000,- untuk satu kereta kuda dengan maksimal 3-4 orang penumpang.

Dari Gili Trawangan saya menuju kembali ke perahu motor, untuk menuju ke Gili Air.
Di Gili Air inilah merupakan tempat untuk snorkeling, melihat indahnya bawah laut pulau Lombok dengan karang laut dan ikan-ikan hias di dalamnya.

Sayangnya karena keterbatasan waktu, maka saya tidak sempat pergi ke Gili Meno. Sebenarnya tidak cukup kalau hanya dalam waktu sehari untuk mengunjungi satu-persatu dari tiga pulau Gili yang telah mendunia ini.

(Liputan oleh: Vinnesa Indy)

Write A Comment